in

Perjuangan Mahasiswi UNY, dari Penjaga Toko Kini Lulus Cumlaude-Lanjut S2


Solo

Seorang mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Mita Saputri, menyimpan kisah perjuangannya untuk bisa berkuliah S1 hingga lulus dan kini melanjutkan studi S2 di kampus yang sama. Mita mengungkap selama berkuliah, dia melakukan berbagai kegiatan dan bekerja untuk bisa mendapat penghasilan tambahan.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikJateng dari Humas UNY, Selasa (5/4/2022), Mita memulai kisahnya sejak lulus dari SMAN 1 Rowokele Banyumas pada tahun 2017 silam. Warga Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen ini menjadi salah satu the best five paralel jurusan IPA di sekolahnya. Namun karena terkendala ekonomi, dia baru bisa mendaftar masuk perguruan tinggi setahun kemudian.

Mita juga mengungkap kedua orang tuanya sempat kaget dengan keinginannya kuliah. Mengingat ayahnya yang seorang buruh tani dan ibunya yang penjahit merasa tidak mampu membiayai Mita kuliah.

“Tentu bagi mereka berat untuk menyekolahkan anaknya di jenjang kuliah. Biaya kuliah, biaya pendidikan, buku, dan juga living cost tentu sangat mahal untuk orang kecil seperti kami,” ungkap gadis kelahiran 1999 itu.

Hingga akhirnya seorang Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Rowokele Rumiyani, S.Pd memberi informasi tentang beasiswa Bidikmisi.

Dalam kesempatan yang sama, ayah Mita, Turmudi, mengungkap sempat ada keraguan anaknya bisa mendapat beasiswa tersebut.

“Pada awalnya saya masih merasa ragu karena belum ada kepastian diterima atau tidaknya. Tapi saya mulai yakin saat ada tetangga kami yang diterima di UNY melalui Bidikmisi yaitu Enggista Hendriko Delano di Fakultas Ilmu Keolahragaan” kata Turmudi.

Dari situlah, Mita dan keluarganya yakin bisa mendapat beasiswa Bidikmisi. Selama menunggu setahun, Mita sibuk bekerja dengan berjualan di kantin SMPN 1 Ayah. Di tengah kesibukannya dari pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB kala itu, Mita juga belajar soal-soal SBMPTN.

“Setiap membantu berjualan, saya membawa ransel besar berisi dua buku King SBMPTN,” kata Mita.

Usahanya membuahkan hasil, Mita berhasil lolos jalur SBMPTN di UNY pada prodi impiannya, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni pada tahun 2018. Namun Mita sempat kaget karena namanya ternyata tidak tercantum dalam penerima beasiswa pada Oktober 2018 karena ada pengurangan kuota Bidikmisi akibat bencana gempa Palu. Namun akhirnya Mita lolos sebagai penerima Bidikmisi setelah ada pengumuman tambahan pada Januari 2019.

Perjuangan Mita belum usai, selama kuliah Mita aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti Panitia Bulan Bahasa, PKKMB, hingga menjadi Top 5 Duta Kampus UNY 2019. Mita juga aktif sebagai tentor privat untuk pembelajaran Calistung TK, dan mata pelajaran Bahasa Indonesia bagi SMP dan SMA.

“Hal itu saya lakukan setelah selesai (jam) kuliah dan pada hari libur untuk menambah uang saku sekaligus meningkatkan keterampilan mengajar saya” cerita Mita.

Mita bahkan sempat bekerja di salah satu toko parfum untuk menambah uang sakunya.

Perjuangannya kembali membuahkan hasil. Mita dinyatakan lulus S1 setelah menyelesaikan masa studinya selama 3 tahun 4 bulan dengan predikat cumlaude ber-IPK 3,68. Mita diwisuda pada Februari 2022.

Mita kemudian melanjutkan pendidikan magister di UNY pada program intake yang memulai kuliah pada Februari 2022.

Jurusan yang diambilnya linear yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mita mengaku sebelum studi lanjut S2 sempat tertarik dengan beasiswa LPDP. Tetapi karena pelaksanaan tes LPDP yang lama, Mita mengurungkan niat awalnya itu.

Mita memilih untuk menjadi Student Employee sebagai Staff Tata Usaha FBS UNY sekaligus menjadi tentor Calistung dan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang digelutinya sejak kuliah S1.

Kesibukan Mita juga bertambah setelah memiliki usaha kecil-kecilan berjualan jilbab, baju, dan juga mukena. Mita berpesan bagi para calon mahasiswa yang bernasib sepertinya agar tidak takut bermimpi, berkuliah, karena terkendala biaya. Menurutnya yang paling penting adalah memperbesar aksi dan memperkecil gengsi.

“Saya masih belum cakap dan telaten dalam menjalani bisnis, tetapi saya akan berusaha semaksimal yang saya mampu,” katanya.

Simak Video “Fleksibilitas Universitas Terbuka Membawa Mahasiswanya Berprestasi
[Gambas:Video 20detik]
(sip/ahr)



Sumber Artikel

Baca juga:   Kisah Inspiratif Guru RI Ciptakan Metode Pembelajaran Inovatif saat Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings