in

Jualan Ikan, Bikin Maskapai hingga Pernah Jadi Menteri


Jakarta

Nama Susi Pudjiastuti jelas sudah tidak asing bagi masyarakat. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dikenal sebagai pribadi yang nyentrik dan juga menginsipirasi.

Sebelum jadi menteri, orang-orang mengenal Susi sebagai seorang pengusaha asal Pangandaran. Susi awalnya cuma pedagang ikan laut, namun justru dia lebih dikenal sebagai bos sebuah maskapai bernama Susi Air.

Bisa dibilang Susi cukup nekat untuk mendirikan sebuah perusahaan aviasi. Pasalnya, wanita kelahiran Pangandaran 57 tahun silam itu tak memiliki latar belakang di dunia aviasi. Bahkan di berbagai kesempatan Susi sering mengatakan dirinya pun tak menamatkan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dari catatan pemberitaan detikcom, pendirian Susi Air sendiri dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan usaha perikanan yang dijalankan Susi. Pesawat-pesawat dibeli Susi untuk digunakan sebagai ‘bakul’ ikan alias cuma digunakan untuk mengangkut produk perikanan.

Susi yang saat itu memiliki usaha sebagai perdagangan ikan laut mengaku memiliki persoalan untuk ekspor karena transportasi produk perikanan di wilayah Jawa bagian selatan masih sangat susah.

Transportasi yang susah membuat kualitas produk perikanan menurun padahal harga tertinggi adalah saat ikan dalam kondisi hidup dan segar. Berangkat dari sana, terbesit di benak Susi Pudjiastuti memiliki pesawat sendiri.

“Di Indonesia kan transportasi susah. Bawa dari Pameungpeuk ke Pangandaran saja 8 jam. Mimpilah untuk punya pesawat Jawa bagian selatan itu bisa diangkut dalam waktu 2 jam,” kata Susi Pudjiastuti kepada detikcom di Hotel Hyatt, Jakarta pada pemberitaan di tahun 2014.

Mulai tahun 2000-an, Susi Pudjiastuti mencari cara untuk mendapatkan uang demi bisa membeli pesawat. Bolak-balik dia melakukan permohonan pembiayaan ke pihak bank. Namun nyatanya mendapatkan pinjaman sangat sulit, Susi mengaku berkali-kali permohonannya kerap ditolak.

Setelah 4 tahun mencoba, akhirnya di tahun 2004, baru ada bank BUMN yang bersedia memberi kredit untuk mendatangkan 2 unit pesawat baling-baling bertipe Cessna Grand Caravan.

“Itu bulan November datang (tahun 2004). Kita mulai angkuti ikan dari Pangandaran sampai Jakarta. Itu kalau lobster hidup, biasa kalau pakai truk bawa 3 kwintal yang matinya bisa banyak tapi karena pakai pesawat jadinya kurang,” jelasnya.

Simak Video “Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah
[Gambas:Video 20detik]



Sumber Artikel

Baca juga:   Diwarnai Tangis Balita, Ibu Ini Keluarkan Kata Kasar dan Ludahi Driver Ojol: Ujungnya Meraung Minta Maaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings