in

Apoteker Magang yang Jadi Cikal Bakal Lahirnya Nestle


Jakarta

Siapa yang tidak familiar dengan Nestle. Merek yang satu ini tertera di berbagai macam produk sehari-hari, mulai dari produk olahan susu hingga kosmetik. Perusahaan ini telah berdiri selama berabad-abad hingga kini telah menjadi salah satu perusahaan raksasa di dunia. Lantas, siapa sosok di balik berdirinya perusahaan raksasa ini?

Ialah Henri Nestle, yang lahir di Frankfurt-am-Main pada tahun 1814. Ia memulai kariernya dengan magang sebagai seorang apoteker. Nestle menyelesaikan magangnya itu di 1834 dan menghabiskan waktunya menjadi pekerja harian di luar negeri. Selang 5 tahun kemudian, ia memenuhi syarat sebagai asisten apoteker di Lausanne dan mengambil posisi pertamanya di Vevey. Dia kemudian mendirikan bisnisnya sendiri pada tahun 1843.

Nestle merupakan orang yang sangat ingin tahu plus inovatif. Ia melakukan penelitian pada penerangan gas dan pupuk. Di sisi lain, selama beberapa dekade ia harus bertahan hanya dengan izin tinggal sementara. Secara finansial juga, dia berada dalam situasi yang agak genting, rangkaian produknya yang luas dan tidak konsisten, tidak menawarkan skala ekonomi yang nyata, dan pabrik produksinya yang kecil jauh dari produksi massal untuk skala industri.

Ketika dia sudah menginjak usia 53 tahun, secara tak terduga Nestle mengeluarkan sebuah terobosan baru. Dia menemukan masalah yang masih belum terselesaikan pada makanan bayi. Pada saat itu, kematian bayi sangat tinggi dan diyakini bahwa alternatif ASI yang sehat dan bermutu tinggi akan menyelamatkan nyawa bayi yang tak terhitung jumlahnya.

Nestlé mempelajari analisis kimia yang ada pada ASI dan melakukan berbagai eksperimen di lab nya dengan susu, roti, dan gula. Dia memadatkan, mengeringkan vakum dan menumbuk berbagai bahan sampai dia menemukan formula yang tepat. Dari situlah, di tahun 1867 ia mulai memproduksi ‘farine lactee’, makanan bayi yang menggabungkan susu dengan tepung terigu yang asam dan patinya telah dihilangkan.

Selama fase percobaan, Nestlé memberi susu tersebut kepada bayi berusia hari yang sangat buruk dan tidak diharapkan untuk hidup. Bayi itu segera pulih, dan berita tentang ‘produk ajaib’ itu dengan cepat menyebar ke seluruh area Danau Jenewa.

Nestlé dibanjiri pesanan: 8.600 kaleng diproduksi pada tahun 1868, bertambah hingga 670.000 pada tahun 1874, dan capai lebih dari satu juta hanya satu tahun kemudian. Dari Vevey, produk Nestlé menyebar hingga menjadi fenomena global. Pada tahun 1874, hanya tujuh tahun setelah peluncuran, 18 negara memiliki jaringan distribusi sendiri dan agen Nestlé lokal, salah satunya di Indonesia dengan susu kental manis MILKMAID atau kemudian yang dikenal dengan Tjap Nyonya.

Hanya dalam beberapa tahun, Henri Nestlé berhasil menciptakan merek global dengan logonya sendiri. Ide untuk merek dagangnya itu, sarang burung, berasal dari lambang keluarga Nestle (berarti sarang kecil dalam dialek Swabia), menciptakan hubungan yang agak emosional dengan susu formulanya itu. Nestlé memenuhi sarangnya dengan tiga anak ayam berparuh terbuka yang diberi makan oleh ibu mereka.

Henri memiliki seorang istri bernama Clémentine. Namun sangat disayangkan, mereka tidak memiliki anak dan menghabiskan setiap saat yang tersedia di pabrik produksi mereka. Hingga 8 tahun kemudian, mereka tidak bisa mempertahankan perusahaan itu.

Pada tahun 1875 Nestlé menjual pabriknya seharga satu juta franc Swiss ke konsorsium yang dipimpin oleh Jules Monnerat. Nestlé menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya sebagai pemilik tanah yang kaya, selalu berpakaian putih, dan sering terlihat di keretanya di sekitar kebun anggur dan tepi Danau Jenewa, menghabiskan musim panas di Glion dan musim dingin di Montreux.

Sementara itu, perusahaan Nestle terus melebarkan sayapnya. Nestle merambah ke berbagai jenis makanan di banyak negara. Tak hanya itu, membeli perusahaan Viking Melk (susu) di Norwegia pada tahun 1898, dan Anglo-Swiss Condensed Milk Co., yang didirikan oleh orang Amerika Charles dan George Page di Cham , yang memiliki beberapa pabrik di Inggris Raya, pada tahun 1905.

Pada tahun 1914, perusahaan tersebut juga memiliki pabrik di Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat. Nestle memproduksi coklat di pabrik utamanya di Inggris, di Hayes, dari tahun 1913. Pada tahun 1929, Nestle mengambil alih perusahaan Swiss, Peter, Cailler & Kohler, salah satu pendirinya, Daniel Peter (1836-1919), telah mempelopori produksi cokelat. coklat susu, menggunakan susu kental Nestle, di Vevey pada tahun 1875.

Tidak berhenti sampai disitu, Nestle mengembangkan proses pembuatan kopi instan yang diperkenalkan pada tahun 1938. Inisial Henri Nestle terpampang di dinding sebuah pabrik yang didirikan di Tutbury, Inggris, pada tahun 1901, yang pada awalnya merupakan pabrik susu kental, dan sejak 1956-57 pabrik tersebut telah memproduksi kopi instan.

Seperti yang kita ketahui, kini warisannya itu menjadi perusahaan makanan dan minuman multinasional global. Nestlé masih memiliki kantor pusat di Vevey. Pada tahun 2016 sebuah museum dibuka di lokasi pabrik asli itu untuk merayakan ulang tahun ke 150 perusahaan. Disebut ‘Nest’ (sarang), museum itu dibangun untuk menghormati pendiri dan wirausahawan perintisnya, Henri Nestlé.

Kini, Nestle telah beroperasi selama lebih dari 150 tahun di 189 negara dengan lebih dari 2.000 merek yang seluruhnya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat.

Simak Video “60 Persen Produk Nestle Dinilai Tidak Sesuai Standar Kesehatan
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)



Sumber Artikel

Baca juga:   Pengantin Wanita Ini Salah Sebut Nama Calon Suami, Momen Nangis Berubah Tawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings