in

Alumni ITB Berhasil Dirikan Perusahaan Kosmetik, Ternyata Ini Kunci Suksesnya


Jakarta

Nurhayati Subakat dikenal sebagai pendiri Paragon. Paragon sendiri adalah perusahaan komestik terbesar di Indonesia yang telah berdiri selama 37 tahun lalu.

Nurhayati sendiri juga merupakan alumni dari sekolah farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum mendirikan Paragon, Nurhayati merupakan pegawai dari pabrik tempatnya bekerja.

Berbekal pengalaman yang dimilikinya, Nurhayati berani untuk keluar dari perusahaan. Menurut Nurhayati ia berhasil menemukan formulasi kosmetik dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan kualitas pasaran namun dengan harga yang lebih murah.

Awalnya, produk-produknya mulai dipasarkan di salon-salon sekitar Tangerang dengan merk dagang Putri. Kemudian pada tahun 1995, Paragon mengeluarkan label komestik halal pertama di Indonesia yaitu Wardah.

Banyaknya permintaan pasar, Paragon kembali meluncurkan brand Make Over dan Emina pda tahun 2010 dan 2014. Saat ini sudah ada beberapa merk dagang besar yang lahir dari perusahaan besutan Nurhayati.

Kesembilannya adalah Putri, Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Laboré, Biodef, Instaperfect, dan Crystallure.

Kunci Kesuksesan Paragon

“Jadi kata kuncinya di sini bagaimana selalu berinovasi, mengeluarkan brand-brand baru, produk-produk baru hingga akhirnya Paragon bisa sampai melewati pandemi ini,” ujar Nurhayati yang dikutip dari laman ITB.

Nurhayati mengatakan industri komestik sangat berpeluang besar. Berdasarkan data, industri ini pertumbuhannya selalu lebih tinggi daripada industri lainnya.

Hal ini terlihat dari Paragon industri kosmetik jauh melewati perusahaan lain dengan share 29,7 persen berada di atas seluruh perusahaan lokal dan multinasional yang ada di Indonesia.

Kesuksesan yang diraih saat ini bukan tanpa tantangan. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Hal itu yaitu menyelaraskan kebutuhan dengan sumber daya yang ada, tuntutan pasar yang selalu dinamis, dan kemunculan pesaing yang semakin kompetitif.

Kunci menghadapi tantangan itu menurut Nurhayati adalah dengan memiliki 5 karakter. 5 karakter yang selalu dipegang Paragon adalah ketuhanan, kepedulian, rendah hati, ketangguhan, serta inovasi.

“5 core value inilah yang seolah menjadikan Paragon sebagai perusahaan yang bermanfaat, bertumbuh, dan berkelanjutan,” ujar Nurhayati.

Selain itu, juga ada rumus marketing mix andalannya yang selalu ia pegang yaitu (4+1) P. Terdiri dari product, price, placement, promotion, dan yang terakhir adalah pertolongan Tuhan. Kesuksesan Tuhan menurut Nurhayati merupakan kunci sukses Paragon.

Kesuksesan yang dimiliki sekarang membuat Nurhayari untuk menyebarkan kebermanfaatan dan berkontribusi dalam pembangunan negeri dengan 4 pilar yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan perempuan.

“Bukan tumbuh dulu baru bermanfaat, tapi bagaimana kita tujuannya bermanfaat maka dari itu kita tumbuh. Semangat inilah yang kita pegang hingga sekarang,” ujar pendiri Paragon tersebut.

Simak Video “Viral Atap Solo Paragon Mal Bocor, Pengelola Angkat Bicara
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)



Sumber Artikel

Baca juga:   Viral! Maling Gagal Beraksi karena Jatuh saat Memanjat Tembok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

GIPHY App Key not set. Please check settings